leilockheart:

Found on - LINK

leilockheart:

Found on - LINK


posted 1 week ago with 3,241 notes
reblog
originally leilockheart

supersubs14:

diananuramalina:

Generasi Synergy Colaboration

Waah! Favorit gue semua nih. Kece bangeeet ☺

waaa baguusss banget…

paraah keren bangeet :D

(Source: youtube.com)


posted 2 weeks ago with 3 notes
reblog
originally diananuramalina

(Source: tayloralisonswiftlyrics)


phootcamp:

Who’s Going to Phoot Camp 2012? Find out now — don’t miss these super creative self-portraits! (Shown: Dan Busta’s incredible self portrait)

phootcamp:

Who’s Going to Phoot Camp 2012? Find out now — don’t miss these super creative self-portraits! (Shown: Dan Busta’s incredible self portrait)


posted 2 weeks ago with 2,104 notes
reblog
originally phootcamp

(Source: synodik)


posted 2 weeks ago with 27,447 notes
reblog
originally synodik
There’s a story behind every person. There’s a reason why they’re the way they are. Think about that before you judge someone
@damnitstrue

posted 2 weeks ago with 1 note
reblog
ketika kau bersyukur dengan apa yang kau dapat, sesungguhnya itu lebih indah

posted 2 weeks ago with
reblog

Berjuta Rasanya

Huaaa mau beli novel ini, novel terbitan baru nya ka Tere Liye
semoga belum kehabisaan
kayaknya harus ngeluangin waktu buat ke gramed besok besok deh
banyak kelewat novel2nya


posted 2 weeks ago with
reblog
Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Tidak ada yang pergi dari hati.
— Rembulan Tenggelam Di WajahMu, Tere Liye

posted 2 weeks ago with 5 notes
reblog

kehilangan atas kehilangan..

emua orang, sebahagia apapun hidupnya, manusiawi jika pernah sekali, dua kali, bahkan lebih mengalami kehilangan yg menyakitkan…

Ada yg kehilangan harta kesayangan, seperti dompet, HP, kamera, motor, mobil, kucing, bunga… Ada yg kehilangan dokumen, macam KTP, passport, surat nikah, surat cerai… Ada yg kehilangan anggota keluarga, seperti ayah, ibu, suami, istri, adik, kakak, teman… Ada yg kehilangan sesuatu yg lbh susah dijelaskan, seperti cinta, ketenangan, kenyamanan, harga diri, reputasi…

Apapun bentuknya, kehilangan itu selalu kongkret… mulai dr secara fisik memang tidak ada lagi.. menatap ruangan kosong tempat benda itu dulu berada.. menatap kamar kosong tempat seseorang itu dulu sering bersenda-gurau… hingga secara jiwa… hati yg nelangsa, perasaan yg kosong, posisi yg tidak lg dihargai… sehingga menimbulkan rindu, marah, sedih, menangis, dsbgnya….

Lantas, sepanjang hidup kalian selama ini, kawan… kehilangan apakah yg membuat kalian merasa begitu sedih? Mari tepekur sejenak, mengingat2… lantas sebutkan dlm hati, kehilangan apa yg paliiinggg membuat kalian sedih? Jika tidak ada, maka mari kita rubah pertanyaannya: kehilangan apakah yg paliiingg kalian takutkan di masa depan??

Karena sy punya satu… di antara kehilangan HP, kehilangan kamera, dokumen, cinta, nama baik, ayah, teman terbaik, dan sebagainya… sy ternyata memiliki sebuah kehilangan yg amat menyesakkan, belum terjadi (atau jangan2 sudah terjadi); yg membuat sy takut sekaliiii… bukan, tentu saja bukan kehilangan yg lazim, yang biasa… sy sungguh takut kehilangan “kehilangan”… kehilangan perasaan “kehilangan” itu sendiri…

Tidak mengerti? Sama sy juga awalnya tidak mengerti kalimat aneh (meski bijak ini); membuat sy mikirr lamaa… padahal sejatinya, banyaaak sekali orang yg tidak tahu, tidak sadar, kalau dia sebenarnya telah: kehilangan perasaan “kehilangan” tersebut… tidak peduli; merasa semua baik2 saja…

Kita kehilangan momen2 indah bersama keluarga; kasih-sayang kepada orang-tua; kedekatan… sibuk dgn hidup, rutinitas, dan teman2 baru yg boleh jd itu tidak hakiki… kehilangan saat2 menyenangkan saat bicara dgn ayah, ibu, adik, kakak… bercengkerama… kita sesungguh kehilangan, tp tidak tahu kalau kita telah kehilangan perasaan “kehilangan” tersebut…

Kita kehilangan menikmati setiap detik nikmat hidup yg diberikan… setiap tarikan nafas… berdirilah di busway, atau bus2… ketika pagi tiba, tataplah deretan gedung2 tinggi…. apakah akan kita biarkan rutinitas menikam waktu, membiarkan kita tdk peduli ternyata betapa indahnya siluet dinding2 beton berlapis kaca… menatap aktivitas pengamen.. tukang asongan… kondektur yg membunyikan kerenceng uang logam di tangannya… tersenyum kepada orang di sebelah kita… kita tahu persis semua itu luar-biasa.. tp kita membiarkannya hilang.. kita kehilangan perasaan “kehilangan”…

Dan di atas segalanya… ya Allah.. jangan sampai hamba tidak menyadari kalau hamba telah kehilangan perasaan kehilangan atas kasih-sayangMu… ber-barel2 nikmat dariMu… kesempatan untuk membaca firman2Mu… menunaikan ibadah vertikal kepadaMu.. menyadari sejatinya kehidupan ini dgn merasakan segenap kasih-sayangMu… hamba sudah tdk lagi rajin ngaji tiap malam.. shalat wajib hanya menggunakan sisa2 waktu… itu pun dengan gerakan2 cepat… apalagi shalat malam yg harganya jika ditimbang setara langit dan bumi.. menangis saat mengharap ridhaMu…

Ya Allah, sejatinya kami kehilangan itu semua… tp yg lebih menyedihkan lagi.. kami sungguh tidak merasa kalau kami telah kehilangan perasaan “kehilangan” hal2 tersebut… dan celakanya, kami kadang justru bangga “kehilangan” pemahaman, prinsip hidup, kerudung yg selama ini sudah kami pakai/laksanakan hanya demi urusan dunia.


— Darwis Tere Liye


posted 2 weeks ago with
reblog
1 of 48 »
theme by heloísa teixeira